BERAS BASAH



Wisata Laut Paling Dekat Dengan Kota Bontang
Di BontangKalimantan Timur ada sebuah pulau cantik bernama Pulau Beras Basah yang mulai tenar bagi wisatawan. Selain suguhan keelokan pantai pasir putih, ada mercusuar menjulang tinggi dan pemandangan bawah laut yang menawan. Pulau Beras Basah yang terletak di tengah laut dengan pantai indahnya tak jauh dari kota Bontang, pulau yang luasnya sekitar 1 hektar ini memiliki mercusuar setinggi 15 meter yang berfungsi untuk navigasi kapal, jarak pulau dari pusat kota Bontang hanya sekitar 7 km atau sekitar 220 km dari Kota Balikpapan.
Mengapa dinamakan Beras Basah? Menurut cerita masyarakat setempat, konon dahulu ada kapal yang berlayar dari Pulau Celebes (Sulawesi) mengangkut karung yang berisi ribuan ton beras menuju Bontang. Namun nahas kapal tersebut karam dihantam ombak besar yang mengharuskan muatan-muatan kapal yang banyak berisi beras tadi hanyut tercecer dan menutupi sebagaian permukaan air di sekitar pulau. Akhirnya oleh masyarakat sekitar menamakan pulau tersebut dengan nama Beras Basah.
Dari Kota Bontang menuju Pulau Beras Basah lama perjalanan berkisar satu jam menggunakan kapal ketinting dari Pelabuhan Tanjung Laut, Bontang. Dengan menyewa kapal nelayan, untuk menikmati pesona bahari yang ditawarkan pulau yang memiliki pantai pasir putih itu. Kapal bertolak dari sebuah dermaga kayu di kawasan Bontang Kuala, Bontang. Air laut yang sangat jernih. dari atas kapal, dapat melihat hijau nya tumbuhan laut di dasar nya. Bahkan sesekali ikan kecil terlihat samar-samar di bawah sana. Aktivitas yang paling digemari wisatawan adalah snorkeling dan menyelam. Sebab di sekeliling pantai dihuni terumbu karang atau koral berwarna-warni. Ada pula koral cangkokan yang sengaja ditanam oleh Pemerintah Kota Bontang. Selain itu, banyak pula ditemukan berbagai jenis ikan hias yang berenang di sela-sela koral. Pulau tersebut dijaga oleh nelayan pencari ikan.
Sementara, pulau-pulau tak berpenghuni juga ramai terlihat. Pulau-pulau kecil itu hanya dipenuhi pohon bakau yang rimbun, juga ditemukan beberapa perkampungan di atas air laut. Sekumpulan rumah itu sama sekali tak terhubung dengan daratan. dan sebuah mercusuar menjulang tinggi seakan-akan menyambut kedatangan para pengunjung. Mercusuar ini berfungsi menjadi tiang lampu yang memberi cahaya pada nelayan pada malam hari.
Terdapat sebuah pondokan sederhana di tengah-tengah pulau. Bangunan dari kayu tersebut, cukup luas untuk sekedar menaruh barang bawaan dan sebagai tempat untuk istirahat. Pohon-pohon rimbun di sekitarnya terlihat kokoh meski lokasi nya berada di atas pulau berpasir. Di Pulau Beras Basah kita dapat menikmati senja atau sunset. Alangkah baiknya jika memang ingin puas menikmati disarankan untuk menginap, agar bisa menikmati pemandangan pagi hari dan pemandangan bawah laut di pagi hari.
            Ada beberapa hal yang harus menjadi point penting yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum berkunjung ke pulau ini dengan matang. Seperti membawa persediaan air bersih yang cukup serta tempat untuk menginap (tenda dan semacamnya). Alasan utama adalah karena air bersih tidak disediakan di pulau ini, kecuali jika ingin membeli dengan harga Rp 5.000 untuk satu jerigen ukuran lima liter. Jika ingin menginap di pulau tersebut, wisatawan tidak perlu khawatir. Sebab, Pemkot Kota Bontang juga membangun beberapa gazebo yang bisa ditiduri. Ada pula surau tempat ibadah, dan beberapa kios nelayan yang berjualan minuman dan makanan ringan.

Untuk menuju ke Pulau ini dari Kota Balikpapan yang merupakan pintu utama masuk ke Provinsi Kalimantan Timur, anda bisa menggunakan travel langsung atau bus langsung (Bus Samarinda Lestari). Namun jika anda menginginkan transport yang agak murah akan tetapi memakan banyak waktu perjalanan anda, anda bisa naik bus jurusan Balikpapan – Samarinda terlebih dahulu, kemudian melanjutkan dengan bus jurusan Samarinda – Bontang.




CAFÉ SINGAPORE

Bontang - Sekilas melihat, pasti langsung teringat akan negara tetangga yang punya ikon Patung Merlion. Patung ini tak hanya ada di Singapura tapi juga di Bontang. Letaknya di tepi laut, membuat suasana makin mirip Singapura!


Kota Bontang di Kalimantan Timur dikenal sebagai kota tambang dan industri. Beberapa sumber daya alam yang sudah diekspor ke mana-mana adalah batu bara dan juga pupuk.



Sebuah restoran di tepi laut membuat suasana Kota Bontang seperti negeri tetangga. Sebabnya, ada Patung Merlion berdiri dengan gagah, persis seperti ikon Singapura.



Semua pasti ingin berfoto di bawahnya, karena terlihat persis seperti di Negeri Merlion ini. Restoran ini tak asal memasang patung. Karena nama dari restoran ini sendiri adalah Cafe Singapore. Tentu tak heran mengapa ada patung makhluk legenda yang berdiri di tepian laut.


Karena keunikannya inilah, Cafe Singapore pun sering masuk dalam itinerary pengunjung yang datang ke Bontang. Seringnya, traveler yang datang ke sini karena penasaran, dibanding lapar atau ingin menghabiskan waktu di kafe.



Kafenya sendiri memang berada di tepi laut, tepatnya berada menghadap Kilang Badak LNG. Menu yang ditawarkan seperti kebanyakan restoran seafood lainnya. Namun yang lebih menarik tentu ikon Singapura ini.



Penasaran? Jangan lupa melancong ke kafe ini ya saat liburan ke Bontang!

BONTANG KUALA


Bontang Kuala berada di kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Wilayah ini  memiliki luas daratan yang relatif kecil dibandingkan dengan wilayah lautnya. Bontang Kuala memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar dan menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Kota 

Bontang, wisatawan regional maupun wisatawan mancanegara.
Bontang Kuala sendiri terbagi menjadi 2 wilayah, yaitu wilayah pemukiman di atas laut dan pemukiman di wilayah darat. Pemukiman yang terletak di atas Laut terdiri dari 10 rukun tetangga dan pemukiman di wilayah darat terdiri dari 6 Rukun tetangga.

Mayoritas masyarakat Bontang Kuala adalah nelayan. Wilayah perkampungan nelayan menjadi objek wisata andalan kota Bontang Kuala.  Sebagai destinasi wisata, perkampungan nelayan Bontang Kuala sangat tertata dan rapi. Kerapian desa bisa dinikmati sejak memasuki wilayah ini.

Dari gerbang desa, Sobat Pesona akan disambut dengan pemandangan laut yang indah. Jalanan di sepanjang permukiman memasuki kampung nelayan ini dibuat seperti jembatan kayu. Papan jembatan dan tiangnya dibuat dari kayu ulin, satu jenis pohon kayu khas Kalimantan. Ditambah lagi suasana yang masih sangat asri dan alami membuat Sobat Pesona akan betah jika berkunjung ke sini.

Bagi Sobat Pesona yang berkunjung menggunakan motor, dapat langsung memasuki perkampungan nelayan melalui jembatan kayu. Namun, jika menggunakan mobil, harus memarkirnya di tempat yang sudah disediakan kemudian memasuki perkampungan nelayan dengan berjalan kaki. Sambil berjalan kaki, Sobat Pesona dapat menikmati suasana Bontang Kuala yang khas dan unik sambil berfoto.

Di sini, pengunjung bisa bersantai di kafe-kafe dan restoran yang ada sambil menikmati pesona kampung dan keindahan laut Bontang. Jika ingin berbelanja  oleh-oleh, Sobat Pesona bisa berbelanja hasil olahan hasil laut berupa ikan asin, ikan olahan, rumput laut olahan dan sejenisnya yang disediakan oleh masyarakat setempat.




BONTANG MANGROVE PARK

 


Bontang, 13 Februari 2018. Mengawali Tahun 2018, Balai Taman Nasional Kutai, menyajikan tujuan wisata baru bagi masyarakat Bontang dan Sekitarnya. Bontang Mangrove Park, yang lebih populer dengan BMP, menjadi tujuan wisata yang sedang populer di Kota Bontang. Menyajikan potensi alam berupa hamparan ekosistem mangrove yang sangat indah dengan keanekaragaman jenis vegetasi dan satwa di dalamnya.


BMP dibangun dengan konsep Conservation, Education and Adventure, dan diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan mangrove yang terbaik di Indonesia. Untuk mendukung fungsi BMP sebagai sarana edukasi, disepanjang boardwalk yang terbentang dari daratan sampai ke laut, terdapat berbagai informasi tentang jenis-jenis vegetasi hutan mangrove. Selain boardwalk sepanjang 1.3 km, terdapat menara pandang dengan tinggi 20 m, yang dapat difungsikan sebagai sarana “bird watching”. View menara pandang ini persis menghadap ke laut yaitu Selat Makassar. Gazebo yang dapat digunakan sebagai tempat istirahat, juga tersedia pada beberapa titik. Untuk mengakomodir para pengunjung yang ingin melakukan kegiatan di dalam ruangan, tersedia Balai Pertemuan pada welcome area, yang dapat menampung 200-300 orang. Welcome area, juga sedang dipersiapkan sebagai bumi perkemahan yang dapat mengakomodir peserta sampai seribu orang. 


Sepanjang waktu dari pagi sampai sore, merupakan momen terbaik untuk kunjungan wisata ke BMP tergantung tujuan masing-masing pengunjung. Sunrise, dapat dinikmati dari boardwalk dengan view yang menghadap ke laut-Selat Makassar dan dari Menara pandang. Sunset dan view lampu dari pabrik yang terdapat di seberang BMP, juga menjadi momen favorit para pemburu gambar. Pada pagi dan sore hari merupakan waktu yang tepat untuk jogging di BMP yang sejuk. Siang hari dimanfaatkan oleh para pelajar untuk mengetahui keanekaragaman hayati hutan mangrove dan ekosistemnya. Pada saat surut terendah, pengunjung dapat menyaksikan barisan ikan-ikan kecil yang memenuhi areal terbuka disepanjang boarwalk. Pemandangan ini, semakin membuktikan fungsi hutan mangrove sebagai tempat pemijahan ikan, udang, kepiting dll, dan menyebar ke laut lepas setelah dewasa.


Ke depan, dengan adanya objek wisata baru BMP, akan berimplikasi pada kualitas ekosistem mangrove yang semakin baik dan lebih terjaga. Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas ekosistem BMP, Balai Taman Nasional Kutai mengupayakan berbagai kegiatan seperti manajemen sampah, penanaman hutan mangrove, pengamanan kawasan dan pemantauan keanekaragaman hayati.

BERAS BASAH Wisata Laut Paling Dekat Dengan Kota Bontang Di  Bontang ,  Kalimantan Timur  ada sebuah pulau cantik bernama ...

Lainnya